Assalamualaikum wr.wb. Kali ini aku mau ngbahas tentang berhijab. Tapi sebelumnya mohon maaf sebesar-besarnya, aku juga belum mengenakan hijab, aku masih lepas-pasang hijabku, tetapi ini maksudnya bukan omdo loh ya, aku cuma mau ngshare aja. Nggak ada salahnya kan?
Oh ya, pasti kalian penasaran kenapa aku belum mengenakan hijab? Jujur aja sebenarnya terbesit dalam pikiranku untuk mengenakan hijab seterusnya. Tetapi entah kenapa rasanya sulit untuk dilakukan. Pertama mulai dari lingkungan. Teman-temanku (teman sepermainan) nggak ada yang make jlbab loooh-___- kalo di sekolah sih banyaaaak. Mereka sih pada bilang belum siap. Jadinya secara nggak langsung aku juga terpengaruh sama mereka. Selain itu juga aku mualaf, sejak bulan Juni 2012 kemarin. Soalnya, setiap tahun baru Masehi sama tahun baru China aku sama keluargaku selalu berkunjung ke rumah nenekku yang notabene semua orang di sana nggak ada yang agama Islam, kecuali ibuku dan adikku. Aku takut nantinya mereka malah menentangku memakai jilbab.
Di samping itu, aku malas denger perkataan orang-orang sekitar. Misalnya kita pergi ke Mall memakai hijab, atau nggak ke pantai. Ini menurut pengalaman pribadiku loh ya. Sesampainya di Mall, saat aku mengenakan hijab, mereka pada ngomong ke aku "Van, kok kamu ke Mall pake jilbab?" "Van, ada angin apa kamu ke Mall pake jilbab?" "Van ngapain kamu ke Mall pake jilbab?". Nah itu lah perkataan0perkataan yang buat aku down. Aku males banget dengerin mereka. Nggak ada salahnya kan kalo kita make jilbab? Malah wanita yang pake jilbab itu jauh lebih mulia.
Saat aku mualaf (tahun lalu) 2 bulan setelahnya kan bulan suci Ramadhan. Di SMA baruku wajib ada acara Pesantren Kilat. Di sana aku bener-bener bersyukur dan lega sudah masuk agam Islam karena mendengar kajian-kajian luar biasa dari kak Ardhy. Ini pertama kalinya dalam hidupku. Semua kajiannya seruuuu banget, dan yang paling mengharukan buatku itu pas kajian tentang orangtua. Dimana di sana kita diajak mengingat dosa-dosa apa saja yang telah kita perbuat kepada orangtua kita. Dan kajian itu berlangsung pukul 2 pagi (kami menginap di sana). Satu aula itu terdengar jeritan-jeritan, tangisan para siswa, pokoknya penuh haru begitu mengingat dosa yang kita perbuat kepada orangtua kita. Aku juga pada saat itu menangis sesenggukan. Aku heran sama temen-temenku yang pada bilang "Kok lebay sih sampe nangis segitunya?" Ya wajarlah menurutku. Apalagi saat itu kita menginap selama 4 hari dan nggak ketemu sama orangtua kita.
Satu lagi kajian yang berkesan buatku yaitu "Yuk Mari Berhijab". Kak Ardhy pada nanya tuh sama kita. Sudah siap nggak pake jilbab? Sebagian ada yang siap, sebagian juga ada yang belum siap dan yang paling buat aku merinding pas denger salah satu hukuman kita di akhirat nanti kalo nggak pake jilbab itu kita akan digantung dengan rambut kita sampe-sampe kepala kita serasa mau mendidih karena panasnya luar biasa di neraka. Itu yang buat aku merinding. Makanya, saat awal-awal berhenti Pesantren Kilatnya, aku mulai pake jilbab kemana-mana. Cuma, ya karena aku bilang tadi, faktor lingkunganlah yang buat aku lepas-pasang jilbabku. Seandainya teman-teman sepermainanku pada pake jilbab, aku pasti juga pake. Dan ada lagi hukuman yang buat aku lebih merinding, yaitu jika wanita pergi keluar rumah tanpa mengenakan jilbab, maka setiap langkahnya itu akan membangun istana di neraka sana untuk ayahnya. Astagfirullahaladzim... Setakut-takutnya aku sama hukuman yang kepala kita digantukng dengan rambut kita, aku lebih takut sama yang ini. Karena aku ngbayangin aja pengen nangis. Ayahku selalu kasi kebahagiaan dan kasih sayang yang tak terbatas buat aku di dunia ini. Tapi apa? Aku malah membalas beliau dengan membangun istana di neraka nantinya buat beliau? Dan juga, bagi istri yang mengenakan pakaian terbuka (tanpa jilbab) jika keluar rumah, maka setiap langkahnya akan membangun istana di neraka buat suaminya. Astagfirullahaladzim, ayah lagi..dan parahnya lagi Ayahku belum jadi mualaf. Terkadang aku nangis mikirin ini. Aku mikir gimana caranya aku ngubah kakakku dan ayahku untuk jadi mualaf? Gimana cara aku bisa membawa keluargaku pada kebenaran? Pada Islam? Aku cuma mau mereka masuk Islam. Itu aja:'( Aku iri terkadang saat bulan puasa, mereka satu keluarga pada shalat terawih di masjid barengan, sahur barengan, buka puasa barengan, shalat berjamaah di rumah barengan, shalat ID di masjid barengan. Tapi aku apa?
Well....mungkin cuma sekian yang bisa kau sampein kali ini. Kalian yang keluarganya seluruhnya Islam sangaaaaaaaaat beruntung loh menurut aku :') Jadi gunain kesempatan ini dengan baik, mulai dari yang cewek pake jilbabnya, rapiin jilbabnya untuk nutupin aurat. Yang cowok shalat di masjid, dsb. Bagi yang belum pake jilbab, mulailah pake jilbabnya. Terkadang ada yang mikir orang berjilbab belum tentu kelakuannya baik. Memang, tapi orang itu setidaknya telah melaksanakan salah satu perintah Allah swt. yaitu mengenakan jilbab. Aku juga insyaAllah akan mulai pake jilbab, tapi masih dalam proses belajar sih hehe :p Semoga saja ibuku juga mau yah pake jilbab :) dan semoga saja suatu saat nanti keluargaku pada masuk Islam semua, karena aku yakin Allah pasti mendengar doaku, cuma masalah waktu aja. Buktinya aku sekarang sudah masul Islam, agama yang paling aku damba-dambakan, Impian yang paling aku impikan dari semenjak SD:'''') Amiiiiin ya rabbal alamin.
Btw, makasih ya yang udah ngluangin waktunya buat baca :)
Oh ya, pasti kalian penasaran kenapa aku belum mengenakan hijab? Jujur aja sebenarnya terbesit dalam pikiranku untuk mengenakan hijab seterusnya. Tetapi entah kenapa rasanya sulit untuk dilakukan. Pertama mulai dari lingkungan. Teman-temanku (teman sepermainan) nggak ada yang make jlbab loooh-___- kalo di sekolah sih banyaaaak. Mereka sih pada bilang belum siap. Jadinya secara nggak langsung aku juga terpengaruh sama mereka. Selain itu juga aku mualaf, sejak bulan Juni 2012 kemarin. Soalnya, setiap tahun baru Masehi sama tahun baru China aku sama keluargaku selalu berkunjung ke rumah nenekku yang notabene semua orang di sana nggak ada yang agama Islam, kecuali ibuku dan adikku. Aku takut nantinya mereka malah menentangku memakai jilbab.
Di samping itu, aku malas denger perkataan orang-orang sekitar. Misalnya kita pergi ke Mall memakai hijab, atau nggak ke pantai. Ini menurut pengalaman pribadiku loh ya. Sesampainya di Mall, saat aku mengenakan hijab, mereka pada ngomong ke aku "Van, kok kamu ke Mall pake jilbab?" "Van, ada angin apa kamu ke Mall pake jilbab?" "Van ngapain kamu ke Mall pake jilbab?". Nah itu lah perkataan0perkataan yang buat aku down. Aku males banget dengerin mereka. Nggak ada salahnya kan kalo kita make jilbab? Malah wanita yang pake jilbab itu jauh lebih mulia.
Saat aku mualaf (tahun lalu) 2 bulan setelahnya kan bulan suci Ramadhan. Di SMA baruku wajib ada acara Pesantren Kilat. Di sana aku bener-bener bersyukur dan lega sudah masuk agam Islam karena mendengar kajian-kajian luar biasa dari kak Ardhy. Ini pertama kalinya dalam hidupku. Semua kajiannya seruuuu banget, dan yang paling mengharukan buatku itu pas kajian tentang orangtua. Dimana di sana kita diajak mengingat dosa-dosa apa saja yang telah kita perbuat kepada orangtua kita. Dan kajian itu berlangsung pukul 2 pagi (kami menginap di sana). Satu aula itu terdengar jeritan-jeritan, tangisan para siswa, pokoknya penuh haru begitu mengingat dosa yang kita perbuat kepada orangtua kita. Aku juga pada saat itu menangis sesenggukan. Aku heran sama temen-temenku yang pada bilang "Kok lebay sih sampe nangis segitunya?" Ya wajarlah menurutku. Apalagi saat itu kita menginap selama 4 hari dan nggak ketemu sama orangtua kita.
Satu lagi kajian yang berkesan buatku yaitu "Yuk Mari Berhijab". Kak Ardhy pada nanya tuh sama kita. Sudah siap nggak pake jilbab? Sebagian ada yang siap, sebagian juga ada yang belum siap dan yang paling buat aku merinding pas denger salah satu hukuman kita di akhirat nanti kalo nggak pake jilbab itu kita akan digantung dengan rambut kita sampe-sampe kepala kita serasa mau mendidih karena panasnya luar biasa di neraka. Itu yang buat aku merinding. Makanya, saat awal-awal berhenti Pesantren Kilatnya, aku mulai pake jilbab kemana-mana. Cuma, ya karena aku bilang tadi, faktor lingkunganlah yang buat aku lepas-pasang jilbabku. Seandainya teman-teman sepermainanku pada pake jilbab, aku pasti juga pake. Dan ada lagi hukuman yang buat aku lebih merinding, yaitu jika wanita pergi keluar rumah tanpa mengenakan jilbab, maka setiap langkahnya itu akan membangun istana di neraka sana untuk ayahnya. Astagfirullahaladzim... Setakut-takutnya aku sama hukuman yang kepala kita digantukng dengan rambut kita, aku lebih takut sama yang ini. Karena aku ngbayangin aja pengen nangis. Ayahku selalu kasi kebahagiaan dan kasih sayang yang tak terbatas buat aku di dunia ini. Tapi apa? Aku malah membalas beliau dengan membangun istana di neraka nantinya buat beliau? Dan juga, bagi istri yang mengenakan pakaian terbuka (tanpa jilbab) jika keluar rumah, maka setiap langkahnya akan membangun istana di neraka buat suaminya. Astagfirullahaladzim, ayah lagi..dan parahnya lagi Ayahku belum jadi mualaf. Terkadang aku nangis mikirin ini. Aku mikir gimana caranya aku ngubah kakakku dan ayahku untuk jadi mualaf? Gimana cara aku bisa membawa keluargaku pada kebenaran? Pada Islam? Aku cuma mau mereka masuk Islam. Itu aja:'( Aku iri terkadang saat bulan puasa, mereka satu keluarga pada shalat terawih di masjid barengan, sahur barengan, buka puasa barengan, shalat berjamaah di rumah barengan, shalat ID di masjid barengan. Tapi aku apa?
Well....mungkin cuma sekian yang bisa kau sampein kali ini. Kalian yang keluarganya seluruhnya Islam sangaaaaaaaaat beruntung loh menurut aku :') Jadi gunain kesempatan ini dengan baik, mulai dari yang cewek pake jilbabnya, rapiin jilbabnya untuk nutupin aurat. Yang cowok shalat di masjid, dsb. Bagi yang belum pake jilbab, mulailah pake jilbabnya. Terkadang ada yang mikir orang berjilbab belum tentu kelakuannya baik. Memang, tapi orang itu setidaknya telah melaksanakan salah satu perintah Allah swt. yaitu mengenakan jilbab. Aku juga insyaAllah akan mulai pake jilbab, tapi masih dalam proses belajar sih hehe :p Semoga saja ibuku juga mau yah pake jilbab :) dan semoga saja suatu saat nanti keluargaku pada masuk Islam semua, karena aku yakin Allah pasti mendengar doaku, cuma masalah waktu aja. Buktinya aku sekarang sudah masul Islam, agama yang paling aku damba-dambakan, Impian yang paling aku impikan dari semenjak SD:'''') Amiiiiin ya rabbal alamin.
Btw, makasih ya yang udah ngluangin waktunya buat baca :)




